Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bertemu untuk membahas bantuan Ukraina, namun ketegangan muncul karena Trump tetap tidak berkomitmen terhadap jaminan AS untuk mencegah agresi Rusia. Starmer menekankan kesiapan Inggris untuk mendukung Ukraina, bahkan menyarankan 'pasukan di lapangan,' namun sikap Trump menimbulkan kekhawatiran tentang keselarasan pemerintahannya dengan Rusia. Trump juga diawasi karena komentar-komentarnya sebelumnya tentang Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, yang sebelumnya ia sebut sebagai 'diktator.' Pertemuan tersebut menyoroti perpecahan yang semakin membesar antara AS dan sekutunya dalam kebijakan Ukraina. Sementara itu, Starmer memperpanjang undangan untuk kunjungan kenegaraan Raja Charles ke Trump, dengan tujuan memperkuat hubungan diplomatik.
@ISIDEWITH11 jam11H
Starmer Mengatakan kepada Trump bahwa Inggris Siap 'Mengirim Pasukan ke Lapangan,' Tidak Mendapatkan Komitmen Backstop
British Prime Minister Keir Starmer sought to demonstrate strong U.S.-UK ties during a White House meeting with President Donald Trump amid growing fault lines in the transatlantic relationship over Ukraine and trade.